Kokun: Lies Online
home info say hi say cheese get mail
[english] [bahasa indonesia]

Edisi 1998/09

Hari Pertama

[Berita Utama]
[Liputan Khusus]
[Wawancara]
[Opini]
[Horoskop]
[GOSIP]

Ett...tooo...

Wawancara dengan K.I.

Udara, Kokun

Ditemui Kokun di pesawat terbang, K.I. berusaha berbahasa Indonesia ketika seorang pramugari memanggilnya "mBa'". Bahasa Indonesianya pelat, baku, dan sopan sekali. Paling-paling Cina korban kerusuhan yang lari ke Bali, begitu mungkin pikir sang pramugari yang cantik tapi berdahi sempit. Namun mata dan telinga jeli Kokun menangkap sesuatu yang unik pada sosok wanita ini.

Kokun: Are you going to Denpasar?
K.I.: Yesu.
K: Where are you from?
K.I.: (menghabiskan kue di mulutnya) I'm-u from-u Jahpann.
K: is this your first time to Indonesia?
K.I.: No, secong time-u. I was-u in Banydung.
K: So this is your first time to Bali then?
K.I.: (laugh) I don have many times-u, I have-u to go back-u to Jahpann.
K: Where are you from in Japan?
K.I.: (menghabiskan kue di mulutnya) O-saka.
K: I had a roommate from Japan when I was studying. I think she was from around Tokyo.
K.I.: (smiles)

Tentang Perploncoan

K.I.: Saya meulihat odrientasi, lucu seukali, meureka pakai (menggambarkan topi kerucut di kepalanya), lucu sukali.
K: Ya, memang. Kalau di Jepang bagaimana masa orientasi itu?
K.I.: Yaaaa, Ett-too (berpikir), kami minum (ketawa).
K: Minum-minum?
K.I.: Yaaa, minum-minum sama-sama sampai mabuk...
K: (ketawa) Pesta, ya. Jadi semacam "Welcome to the club"? Di sini, mereka selalu bilang, "Welcome to the club, but wait a minute, we won't accept you before you do such and such."

Tentang Pria dan Wanita

K.I.: Kalau bekerja untuk pemerintah, perempuan dan laki-laki semua sama, tapi kalau bekerja di perusahaan umum, gaji perempuan banyak kecil.
K: "LEBIH" kecil.
K.I.: Ya, LUBIH kucil. Juga ben-so...mmmm...potsisiong.
K: Oh, position... tidak bisa naik pangkat?
K.I.: Yaaaa...
K: Ya, saya juga dengar-dengar dari teman-teman bahwa kalau suami Jepang habis kerja, tidak pulang ke rumah. Mereka langsung ke bar, minum-minum.
K.I.: Yaaaa, dan meureka bilang itu juga keurja.
K: Padahal kalau kita lihat teknologi Jepang begitu maju, ya, tapi masih saja berbeda, perempuan dan laki-laki.
K.I.: Ya, Annneh seukali. Susah.

Tentang Bahasa-bahasa Dunia

K: Bagaimana Bahasa Indonesia menurut Anda? (KI adalah seorang mahasiswi jurusan Bahasa Indonesia di Jepang. red.)
K.I.: Susah seukali...the grammar.
K: Tapi Bahasa Indonesia 'kan tidak punya tenses. Apakah Bahasa Jepang punya tenses?
K.I.: Ya, mungkin seperti Bahasa Inggris.
K: Apakah Bahasa Cina punya tenses? (KI pernah mengambil kuliah bahasa Cina di universitasnya, dan menurutnya sulit sekali. red.)
K.I.: Tidak-u.
K: Dan Bahasa Indonesia juga tidak punya gender, jadi tidak ada "she" atau "he". Bagaimana dalam Bahasa Jepang?
K.I.: Ada. Kalau laki-laki itu "kore", kalau perempuan itu "kare". Tapi verb tidak berubah.
K: Kalau dalam Bahasa Cina?
K.I.: (smiles) saya tidak tahu.
K: Sebenarnya menarik sekali, ya...salah satu dosen saya pernah bilang bahwa Bahasa Melayu, akar dari Bahasa Indonesia, adalah bahasa perdagangan. Jadi supaya semua serba cepat dan praktis, tidak ada tenses, tidak ada gender.
K.I.: Kalau menurut saya, Bahasa Indonesia itu "reasonable".

Tentang Pekerjaan

K: Apakah mahasiswa di Jepang biasanya bekerja?
K.I.: Ya, tapi part-time.
K: Pada umumnya pekerjaannya apa saja?
K.I.: Ada yang kerja di restauran. Saya sendiri bekerja di ... ett-toooh... penerima tamu?
K: Front desk?
K.I.: Yaaaaa, front desk...
K: Anda ke Indonesia dengan biaya sendiri, atau dengan beasiswa?
K.I.: Dengan biaya sendiri, dari pekerjaan.
K: Kenalan-kenalan saya dari Jepang pada umumnya seperti itu. Mereka kerja, menabung, lalu berhenti dari pekerjaan itu dan tinggal di Bali selama 3 bulan. Kelihatannya mencari pekerjaan di Jepang mudah sekali, ya?
K.I.: Hmmmmm...ett-tooooo...
K: Mungkin dulu lebih mudah daripada sekarang?
K.I.: Ya, ya, dulu lebih mudah daripada sekarang.

Sekian saja dulu. Supaya lain kali kita juga punya bahan. OK?

(T)

[top]