Make your own free website on Tripod.com
Kokun: Lies Online
home info say hi say cheese get mail
[english] [bahasa indonesia]

Edisi 1998/09

Hari Pertama

[Berita Utama]
[Liputan Khusus]
[Wawancara]
[Opini]
[Horoskop]
[GOSIP]

TAA Di Ambang Keruntuhan

Bandung, Kokun

Melihat pembukaan TAA yang baru lalu, seorang wartawan Kokun menjadi sangat prihatin. Di acara pembukaan itu tampak bahwa yang ditipu dan yang menipu sama-sama tertipu. Penonton menjadi saksi terjadinya hal itu. Penonton juga mengusulkan supaya penipu-penipu yang berbakat segera direkrut menjadi reporter Kokun (usul bagus, akan dipikirkan, red.).

Pertama kali, yang ditipu terlihat memakai penutup mata hitam dan berbaris sambil memegang bahu teman di depannya, yang juga melakukan hal yang sama. Mereka melewati plaza yang hiruk pikuk di sore hari yang cerah itu, di tengah-tengah para penipu yang mencoba menipu. untuk menghibur para penipu, yang ditipu menyerahkan dirinya untuk percaya pada yang menipu, meloncat-loncat kian kemari sambil pura-pura tidak melihat apa pun dari celah-celah serat kain penutup mata hitam mereka. Penipu pura-pura galak, dan yang ditipu pura-pura takut. Lalu mereka masuk ke GSG kampus U, yang sangat luas dan terang benderang karena punya jendela di atasnya. Penipu berusaha keras menggelapkan ruangan dengan mematikan lampu saat yang ditipu masih mengenakan penutup mata. Ketika penutup mata dibuka, penipu berusaha keras menyalakan kembali lampu-lampu GSG yang (semua orang tahu, apalagi anggota HMJA yang pasti pernah ikut mendekor di GSG) sangat sulit dinyalakan.

Lalu semua orang bertepuk tangan. Lalu acara ditutup sambil memperkenalkan panitia. Semua orang juga bertepuk tangan. Lalu ternyata acara belum ditutup, karena tata tertib TAA belum dibacakan. "Dilarang mengenakan make-up," kata panitia. "Fiuh," kata para mahasiswi yang pada umumnya keberatan memakai make-up, dalam hati tentunya. Sangat mengharukan betapa kompaknya tepuk tangan panitia.

Selanjutnya, ternyata muncul masalah. Beberapa hari kemudian panitia diminta mengadakan presentasi oleh para pembantai, dan berhasil dibantai selama beberapa hari berturut-turut. Materinya ternyata belum siap, coba! Sementara itu, para mahasiswa baru diminta membuat suatu daftar nama, dan meminta tanda tangan orang-orang penting yang namanya tertera di daftar nama tersebut. "Masa, waktu ditanyakan untuk apa, mereka hanya menjawab 'tidak tahu'. Saya 'kan jadi risih, kesannya selebritis banget dimintai tanda tangan tanpa tahu untuk apa gunanya," demikian seorang sumber (diduga memang dari golongan selebritis) yang ditemui mengomentari kejadian itu.

Dalam kejadian yang terpisah, seorang sumber lain mengatakan bahwa bila sampai akhir masa pembimbingan panitia, TAA masih belum beres juga, kepanitiaan akan diambil alih. Kita tunggu tanggal mainnya. Mungkin seru. Mungkin Armageddon kalah.

(T)

[top]